photo-1Berdasarkan data SAP dari Frost & Sullivan menyebutkan bahwa pertumbuhan pasar cloud computing di Indonesia akan mencapai lebih dari USD 120 juta pada tahun 2017 mendatang, dan layanan cloud dari SAP yang akan lebih mengarah pada SaaS (Software as a service), akan menjadi pilihan popular bagi bisnis-bisnis di Indonesia. Belum lagi, International Data Corporation (IDC) mencatat belanja Teknologi Informasi yang terus tumbuh dengan dua digit per tahunnya di Indonesia. Sampai akhir tahun 2014, belanja (TI) diperkirakan menembus USD 16,5 miliar.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki potensi cukup besar dalam pengadopsian cloud. Karena itu, SAP Indonesia, penyedia software untuk dukungan bisnis, menggelar acara SAP Indonesia Cloud Conference 2014. Acara tersebut bertujuan untuk membantu para pelanggan SAP untuk memahami bagaimana mereka dapat mengurangi kompleksitas dan menjalankan bisnis secara sederhana dengan SAP Cloud.

Managing Director SAP Indonesia,Megawaty Khie mengatakan bagi perusahaan yang mengadopsi layanan cloud, keuntungannya mereka akan lebih  inovatif dan lincah  dalam menjalankan bisnisnya.  SAP Indonesia  memiliki tugas untuk mengubah mindset dari para calon konsumennya untuk menghadapi perkembangan teknologi yang dalam tahun terakhir selalu menuntut agar lebih cepat dan tangkas. Untuk menghadapi perkembangan tersebut, maka cloud computing merupakan solusi yang dianggap paling tepat, bahkan diklaim akan lebih sukses.

Solusi cloud yang ditawarkan SAP juga sangat fleksibel untuk diterapkan di beragam perusahaan, baik untuk big enterprise maupun SME (Small and Medium Enterprise).Kekuatan SAP terletak pada aplikasi dan juga ERP yang dimiliki. Hal inilah yang menjadi dasar pembeda layanan cloud yang ditawarkan oleh SAP jika dibandingkan kompetitor.

Ditempat yang sama, Vice President Cloud and Lines of Business SAP South East Asia, Shyam Prasad menyatakan pasar di Indonesia yang cukup  berpotensi untuk dikembangkan, sehingga dapat bersaing dengan perusahaan skala internasional  di kawasan Asia lainnya. “Perusahaan di Indonesia terus berumbuh dan tantangannya saat ini adalah bagaimana bisa bersaing dengan perusahaan di negara lain seperti di Singapore, Malaysia dan  perusahaan asing yang beroperasi di  Indonesia,” tutur Shyam.

Selain itu, solusi Cloud dari SAP sudah terintegrasi dan mampu bersinergi dan melengkapi dengan solusi Cloud yang sudah ada. Kemudahan lain yang ditawarkan adalah perusahaan bisa memiliki solusi Cloud di awal dengan pembayaran sistem cicilan. Bahkan, secara global para pengguna aplikasi solusi SAP yang saat ini tercatat sebanyak 36 juta pengguna apikasi, bahkan 80 persen pengguna solusi gunakan perangkat mobile. (red)