ristek-730x480Jakarta, Itech- Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi  Kementerian  Ristek dan Pendidikan Tinggi  (Kemenristekdikti)  sepakat untuk bekerja sama dengan UK Royal Academy of Engineering dalam bidang teknologi dan inovasi.

Kerja sama antara Ri dan Inggris tersebut  ditandai penandatanganan naskah memorandum of understanding (MoU) oleh Menteri untuk Urusan Asia dari Pemerintah Inggris, Alok Sharma,  dan Dirjen  Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Dr Jumain Appe. Penandatanganan nota kesepahaman itu disaksikan langsung oleh Menristekdikti M. Nasir dan Duta Besar Inggris Moazzam Malik.

“Dalam naskah kerjasma tersebut, Inggris akan menyediakan dana pelatihan insentif bagi ‘technopreneurs’ Indonesia, serta proyek inovasi bersama dalam bidang perkembangan teknologi senilai £800.000,” jelas Jumain Appe di Jakarta, Selasa (11/10) . Menurutnya, Kemenristekdikti akan  membawa 15  startup Indonesia ke Inggris guna mempelajari pola inovasi dan teknologi  berlangsung untuk jangka panjang.

Lebih lanjut Jumain menambahkan,   “Pengiriman inovator ke Inggris pada November mendatang  itu berguna untuk mengembangkan riset yang berbasis industri. Artinya, riset atau inovasi  tak  hanya berhenti pada pemaparan hasil penelitian aja, namun juga   bermanfaat dalam industri,” katanya seraya berharap, dari para inovator pilihan tersebut  bisa untuk government to government atau business to business.

Menteri   Nasir mengatakan Indonesia mampu membangun kapasitas para inovator untuk dapat menghadapi tantangan pembangunan. “Melalui kerja sama dengan komunitas sains Inggris di bawah program Newton Fund, Indonesia mampu membangun kapasitas inovator untuk dapat menghadapi tantangan pembangunan. Kami ingin mengadopsi keahlian Inggris dalam membangun kerja sama dengan cara membantu para inovator mempelajari prakteknya dan berkolaborasi dalam proyek-proyek bersama. Tahun ini akan menjadi langkah awal dari apa yang kita harapkan, yakni kolaborasi bilateral yang bermanfaat dalam bidang sains dan inovasi,” ujar Menristekdikti.
Program pendanaan Newton Fund bertujuan mempromosikan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial bagi negara yang relevan atau melalui kerja sama dengan negara tersebut, demi kesejahteraan komunitas. Di Indonesia, Newton Fund telah diluncurkan sebagai ‘UK-Indonesia Science and Technology Fund’ pada Maret 2016. Newton Fund menyediakan pendanaan bersama untuk kerja sama riset dan inovasi dengan Kemenristekdikti dan LIPI.
Sementara itu, Menteri Inggris untuk Asia, Alok Sharma mengatakan Inggris merupakan yang terdepan dalam inovasi global. “Kami bangga menjadi rekan Indonesia dalam mengembangkan inovasi teknologi. Indonesia adalah mitra penting Newton Fund – yang mempunyai program layanan pembangunan senilai £375 juta dengan tujuan mempromosikan kerja sama riset dan teknologi. Dalam era inovasi ini, Inggris akan terus berkolaborasi dengan rekan-rekan penting seperti Indonesia untuk dapat menghadapi tantangan global,” kata Menteri Inggris Alok Sharma. (red/ju)