20161011_152404Jakarta, Itech- Delegasi Indonesia yang  diwakili  Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)  Muhammad Dimyati, Kepala BPPT Unggul Priyanto; dan Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain mengukuti  pertemuan para menteri terkait Iptek dari negara-negara mitra Science and Technology in Society Forum (STS forum) di Jepang.

Dimyati mengatakan, STS forum yang digelar di Kyoto International Conference Center, Jepang pada  1-4 Oktober 2016,   dihadiri sekitar 1200 peserta dari lebih 100 negara. “ STS forum  merupakan lembaga nirlaba internasional yang dibentuk pada tahun 2004 di Jepang, bertujuan untuk memajukan kontribusi  Iptek di dunia, serta mengembangkan jejaring antara pemangku kepentingan iptek dari sektor bisnis, politik, akademisi, pemerintah dan media massa,” papar  Muhamad Dimyati didampingi  Munawir Sadzali Razak,  Kabag Komunikasi Publik pada Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti  kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/10).

Lebih lanjut Dimyati menyebutkan, pada forum STS  tersebut,  delegasi Indonesia bertukar pengalaman dan informasi dengan delegasi negara lain tentang kondisi pencapaian iptek masing-masing negara.  Kepala BPPT dan Kepala LIPI masing-masing menjadi pembicara pada sesi tematik “Collaboration among Academia, Industries and Government” dan  “Industrial Innovation”.

“Selain itu, di sela-sela forum STS, delegasi Indonesia secara khusus diundang oleh pendiri sekaligus pemimpin STS Forum, Koji Omi untuk membicarakan peluang untuk meningkatkan kerjasama antara Jepang dengan Indonesia di bidang Iptek dan inovasi,” terangnya. Pada pertemuan tersebut disepakati untuk menyelenggarakan simposium pada bulan April 2017 di Indonesia yang akan dihadiri oleh para pemangku kepentingan iptek dari kedua negara yang berasal dari sektor pemerintah, akademisi dan industry.

Diketahui,  Tahun ini pertemuan STS Forum dibuka langsung oleh Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dan dihadiri Perdana Menteri Slovenia, Wakil Perdana Menteri Rusia dan 16 orang Menteri terkait Iptek dari negara-negara mitra STS Forum.  Dalam sambutannya, PM Abe menyampaikan bahwa perkembangan iptek yang demikian pesat akan membawa manusia masuk ke dalam era “Society 5.0”, dimana iptek mampu menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh manusia khususnya dalam bidang kesehatan.

PM Abe menjelaskan lompatan dalam sejarah manusia dimana masa berburu adalah era “Society 1.0”, dan “Society 2.0” adalah era dimana manusia mulai bertani sedangkan “Society 3.0” adalah era industrialisasi. Saat ini kita sedang bersiap-siap meninggalkan era “Society 4.0” yaitu era teknologi informasi menuju “Society 5.0”. “Dalam era Society 5.0 seluruh teknologi penginderaan, robotika, komunikasi, BIG data, dan komputasi awan akan menyatu menjadi solusi untuk berbagai masalah kita yang sebelumnya dianggap tidak dapat terpecahkan,” ujar PM Abe.