Jakarta, Itech- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerja sama dengan Lembaga Kemanusiaan (LK) ESQ,   menyelenggarakan kegiatan Semesta Ramadhan yang dikemas apik dengan konsep edutainment. Seribu anak yatim ini diajak untuk mengenal lebih dekat tentang nuklir melalui empat permainan menarik dan dongeng nuklir.Acara tersebut mengambil  tema Ayo Cerdas Berteknologi, mengangkat tagline Nuklir Sahabat Kita (Nusaki).

Pendiri ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian memberikan apresiasi kepada BATAN dan ESQ. Untuk pertama kalinya kegiatan pemberian santunan kepada seribu anak yatim dilaksanakan di BATAN. “Kegiatan ini sangat baik karena mengombinasikan dua hal yang selama ini dianggap bertentangan oleh sebagian masyarakat, yakni sains dan agama. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menyosong Indonesia Emas 2030, yang tidak lagi memisahkan nilai spiritualitas dan intelektualitas,” katanya di Jakarta, Kamis (15/6).

Sedangkan Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk mengenalkan teknologi, khususnya nuklir sejak dini.  Anak-anak adalah estafet penerus ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus terus dikembangkan melebihi apa yang saat ini telah dilakukan. “Pengenalan dilakukan dengan menjelaskan hal sederhana, misalnya bahwa matahari adalah ciptaan Tuhan yang dapat kita nikmati, dan itu adalah tenaga nuklir yang dapat ditiru, dikembangkan dan dimanfaatkan oleh manusia untuk kemaslahatan bangsa,” paparnya.

Menurut dia, BATAN saat ini telah menghasilkan berbagai hasil litbang nuklir. Di antaranya, varietas unggul padi, radioisotop dan radiofarmaka untuk diagnosis dan terapi di bidang kesehatan. Ada juga pengawetan makanan dengan iradiasi, seperti rendang yang dapat bertahan hingga satu setengah tahun tanpa bahan pengawet. Namun harus diakui di bidang energi, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) belum dapat terwujud karena menunggu keputusan pemerintah. “Bagaimana mengejar ketertinggalan kita akan PLTN dibandingkan negara lain? Ya dari anak-anak ini. Karena bagaimanapun, ke depan PLTN harus dimanfaatkan, dan kelak semoga mereka bisa jadi ilmuwan-ilmuwan nuklir,” ujarnya. (red/ju)