Jakarta, Itech-  Kementerian  Ristekdikti  melaunching Safari Pusat Unggulan Iptek (PUI) 2017. Peluncuran Safari PUI 2017 ini dilakukan langsung oleh Menristekdikti Mohamad Nasir melalui Video Conference di Gedung D Kemristekdikti bersama Wali Kota Palopo dan masyarakat petani peserta pelatihan di Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palopo.

Launching Safari PUI 2017  merupakan bagian dalam rangkaian  peringatan  Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-22 Tahun 2017, PUI Kemenristekdikti bermaksud untuk menyelenggarakan kegiatan Safari PUI 2017 yang dimaksudkan untuk mendayagunakan dan mendiseminasikan teknologi unggulan yang dimiliki Lembaga PUI kepada masyarakat pengguna.

Safari PUI 2017 ini memiliki kegiatan pendayagunaan dan diseminasi teknologi unggulan yang mencakupi : (a) asistensi yeknisi penguatan manajemen usaha, (b) asistensi teknisi peningkatan jejaring, dan fasilitas pengembangan akses informasi, (c) fasilitasi untuk penguatan sinergi lembaga dalam pengembangan kapasitas riset bagi pemanfaatan komoditas unggulan daerah, (d) pendampingan masyarakat – transfer teknologi, (e) pelatihan peningkatan mutu produk, (f) pelatihan pengelolaan pasca panen pertanian, dan (f) asistensi pengembangan jejaring usaha, serta aktivitas pelatihan lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat dan daerah.

Dengan adanya sinergi antara Walikota Palopo dengan masyarakat dalam pengembangan rumput laut, Nasir berharap Palopo bisa menjadi Pusat Unggulan Inovasi. “Rumput laut yang menjadi kebanggaan masyarakat palopo yang bekerja sama dengan Perguruan Tinggi melalui konsorsium di bawah Universitas Hasanuddin Makassar, mudah—mudahan kedepannya Palopo akan menjadi Pusat Unggulan Inovasi yang berbasis pada rumput laut,” ujarnya.

Dirjen  Kelambagaan Iptek dan Dikti Kemristekdikti, Patdono Suwignyo mengatakan,  saat ini Kemristekdikti sudah memiliki 27 PUI yang tersebar di seluruh Indonesia. Safari PUI ini akan terus disosialisasikan ke daerah-daerah disusul dengan pelatihan-pelatiha. Sedangkan  produk-produk teknologi yang dihasilkan PUI sesuai dengan bidang fokus riset yang dikembangkan antara lain pangan-pertanian, energi, teknologi kesehatan dan obat, teknologi informasi dan komunikasi, teknologi transportasi, teknologi pertahanan dan keamanan, serta material maju. Selain itu juga produk yang terkait dengan mitigasi bencana, maritim, kebijakan dan sosial budaya humaniora.

Kegiatan pelatihan terkait sagu dan rumput laut di Kota Palopo, melibatkan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kota Palopo, Dandim dan Polres setempat, masyarakat Petani Sagu dari Kelompok Tani Nekar Jaya, masyarakat Petani Rumput Laut dari Kelompok Tani Bunga Karang, UKM Pengolahan Rumput Laut CV. Selain itu, Lestari Nusantara, Asosiasi Rumput Laut, serta para mahasiswa dari beberapa universitas setempat. (red)