Jakarta, Itech- Kelancaran komunikasi antar petugas di darat, pelabuhan, maupun yang sedang berada di tengah laut, menjadi unsur penting dalam upaya mendukung terciptakan keamanan dan keselamatan pelayaran. Guna meningkatkan keandalan hubungan komunikasi antar petugas, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pulau Seribu terus perkuat sarana pra sarana, di antaranya dengan menggunakan Ponsel Satelit Inmarsat.

Kepala KSOP Pulau Seribu. Syarif Bustaman

“Kalau hanya menggunakan ponsel (telepon seluler) dengan teknologi GSM dan sejenisnya, tidak akan optimal. Apalagi wilayah kerja kita tersebar di beberapa pulau-pulau di Kepualauan Seribu, di mana masih banyak wilayah yang blank spot, apalagi saat bergeser ke tengah laut atau saat berada di pulau-pulau kecil, sudah pasti akan putus-putus, bahkan hilang kontak karena gak ada sinyal. Padahal komunikasi ini sangat penting untuk mendukung pantauan kondisi di lapangan. Termasuk misalnya untuk kegiatan layanan di off shore. Karena itu, kami sengaja perkuat dengan Ponsel Satelit. Saat ini kami pakai Inmarsat,” ungkap Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kepulauan Seribu, Syarif Bustaman, saat bincang dengan pers (11/9), di Jakarta.

Menurutnya penggunaan Ponsel Satelit memiliki kelebihan tersendiri, baik dari sisi teknologi maupun jangkauan daya pancarnya. Ponsel ini didesain dengan teknologi khusus yang dapat mengakses jaringan telepon satelit, sehingga bisa dioperasikan di lokasi manapun, termasuk saat berada di tengah laut. Kelebihan lain, ponsel berteknologi satelit ini tak hanya bisa berkomunikasi dengan perangkat sejenis berteknologi satelit, namun juga bisa menembus atau menghubungi telepon biasa jaringan kabel yang ada di kantor, maupun ke ponsel biasa berteknologi GSM dan sejenisnya.

Sehingga petugas yang ada di lapangan, bisa setiap saat memberikan laporannya, misalnya saat patroli di tengah laut atau melakukan kegiatan pengamanan. Karena terkoneksi dengan sinyal satelit yang disediakan perusahaan opertor, membuat ponsel ini bisa menelepon di daerah yang tidak memiliki sinyal sekalipun, termasuk dari atas puncak pegunungan.

“Memang harga dan biaya operasionalnya lumayan cukup mahal. Untuk biaya pulsa saja, satu ponsel bisa Rp 2 jutaan per bulan. Tapi karena komunikasi ini sangat penting, ke depan unitnya akan kita perbanyak, terutama untuk mendukung upaya peningkatan keamanan dan keselamatan pelayaran,” ujar Syarif Bustaman yang sebelumnya pernah menjabat Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah ini.

Menurutnya, keandalan perangkat ini sangat penting dalam mendukung sistem komunikasi yang baik. Seperti komunikasi antar kapal, kapal dengan petugas pelabuhan, kapal dengan radio pantai, maupun hubungan dengan pihak dan instansi terkait lainnya. Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran. Juga melakukan koordinasi kegiatan pemerintahan di pelabuhan serta pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan yang ada di wilayah kerjanya.

Diakui sesuai dengan tugas dan wilayah kerjanya yang luas dan berada di pulau-pulau, tatanganya juga tidak ringan. Apalagi wilayah perairan Pulau Seribu juga banyak dilintasan kapal-kapal besar yang akan keluar masuk pelabuhan komrsial, seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Sunda Kelapa, Pelabuhan Marunda, Pelabuhan Muara Baru, Pelabuhan Muara Karang/Muara Angke.

Wilayah kerja yang menjadi tanggungjawabnya juga terdapat di banyak pulau (Kepualauan Seribu), baik yang berpenghuni dan pulau wisata. Selain itu, juga mengawasi kegiatan kapal-kapal yang mendukung kegiatan off shore dan on shore. Kegiatan off shore yang ada di Kepulauan Seribu, di antaranya Cinta Terminal, Widuri Terminal, Cengkareng . Sedangkan yang on shore berada di Pulau Pabelokan.

Dalam mendukung kegiatan kerja di wilayahnya, KSOP Kepulauan Seribu memilili 5 pos pantau yakni di Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Kelapa, Pulau Pramuka dan Pulau Tidung. Rencananya juga akan ditambah satu pos pantau lagi di Pulau Untung Jawa. (Red-AC)